Jumat, 05 Desember 2008

Banjir Bandang Pasuruan-Jawa Timur





Pada akhir bulan Januari lalu, tepatnya pada tanggal 30-31 Januari 2008, terjadi peristiwa banjir bandang yang menelan sebagian wilayah Pasuruan terutama pada wilayah Kota Pasuruan. Teringat sebelum banjir bandang itu terjadi, sebelumnya pada sore hari sekitar jam 16.30. saya bersama keluarga berada di rumah tepatnya di wilayah Kota Pasuruan kecamatan Purworejo. Pada waktu itu, awan mendung tebal disertai dengan hujan deras mengguyur dengan waktu yang lama sampai hampir jam satu setengah jam. Dalam pikiran, tidak ada firasat timbul bencana ini. Sekitar jam 18.30, saya menghidupkan HT (Handy Talky) dan mendengar bahwa di sekitar daerah di kecamatan Purworejo dan Bugul kidul seperti Purut, Tembok rejo, Jagalan dan daerah di sekitar aliran Sungai Gembong, terkena banjir kiriman dari daerah pegunungan di Puspo (daerah kabupten Pasuruan) dan Malang. Banjir kiriman ini lebih besar karena jebolnya dam sungai di salah satu aliran. Kejadian ini berlanjut sampai pada larut malam karena pada waktu itu, terjadi pasang air laut sehingga wilayah pasuruan yang terletak di daerah pesisir, banjir dari atas terhenti dan hampir menenggelamkan sebagian kota Pasuruan. ketinggian air di Jalan di alun-alun Kota Pasuruan dan jalan niaga mencapai lebih dari 1 meter. yang lebih parah lagi yaitu jalan di diponegoro dan jalan di sekitar jembatan purut (pasar kebonagung) karena ketinggian air mencapai atap rumah dan sebagian rumah hancur akibat terjangan arus banjir yang deras. dalam peristiwa ini, menurut info di wilayah pasuruan terdapat dua orang yang meninggal dunia akibat terseret arus dan tersengat listrik. Akibat dari banjir bandang ini, terjadi pemadaman listrik di seluruh wilayah Kota Pasuruan sehingga pada larut malam, kota Pasuruan menjadi gelap gulita namun kesibukan warga menjadi meningkat karena banyak yang mengungsi. arus perjalanan dari arah kota Surabaya (barat) menuju ke arah timur terputus hampir 8 jam sehingga terjadi kemacetan total. Peristiwa ini hampir selesai menjelang subuh yaitu pada tanggal 31 Januari 2008, namun ketinggian air di sungai gembong hampir mencapai bantaran sungai.


Tidak ada komentar: